Studi Pencegahan Stroke Bertujuan untuk Mengurangi Pengencer Darah yang Digunakan oleh Pasien dengan Bantuan Apple Watch

Sebuah studi pencegahan stroke baru sedang menyelidiki apakah Apple Watch dapat digunakan sebagai alat untuk membantu meminimalkan penggunaan pengencer darah. Jutaan orang menggunakan pengencer darah yang mahal untuk mencegah stroke. Namun, penggunaan obat jenis ini secara berlebihan dapat menyebabkan pendarahan berlebihan yang berbahaya.

Studi Pencegahan Stroke Menerima Pendanaan $37 Juta

Studi 7 tahun berhasil mendapatkan $37 juta dalam pendanaan dari National Heart, Lung, and Blood Institute. Mitra lainnya termasuk American Heart Association, Johns Hopkins University, Stanford dan University of California – San Francisco. Studi ini akan fokus pada populasi yang relatif berisiko rendah dari orang-orang yang tidak memiliki riwayat stroke, gagal jantung kongestif, atau kondisi lainnya.

Berdasarkan Statnews, penelitian ini akan diluncurkan musim semi mendatang. Ini akan membandingkan stroke, pendarahan, dan hasil perawatan kesehatan di antara orang-orang yang diberi pengencer darah standar. Kelompok lain akan diarahkan untuk minum obat hanya setelah Apple Watch mendeteksi fibrilasi atrium yang berkepanjangan.

Intervensi Lain Apple dalam Studi

Selain penggunaan Apple Watch, Cupertino juga akan menyumbangkan perangkat untuk proyek tersebut. Ini juga akan membantu dalam pengembangan aplikasi studi. Apple juga membantu peneliti membangun algoritme khusus untuk penelitian ini. Algoritma ini akan lebih sering digunakan untuk memeriksa irama jantung peserta.

Selama penelitian, ketika fibrilasi atrium yang berlangsung beberapa jam terdeteksi, pasien akan diinstruksikan oleh perangkat lunak untuk mengambil pengencer darah. Obat akan diminum sampai risiko tertinggi stroke telah berlalu. Para profesional medis mengatakan ini adalah cara yang jauh lebih baik untuk menangani irama jantung yang tidak teratur daripada membiarkan pasien meminum pengencer darah tanpa batas waktu.

Akurasi dan Keandalan Algoritma Apple Watch untuk Mengukur Afib

Laporan itu juga mencatat satu masalah kritis tentang penggunaan Apple Watch. Kekhawatiran itu berkaitan dengan keandalan dan akurasi algoritma yang digunakan untuk mendeteksi A-fib. Studi Apple menunjukkan bahwa Apple Watch memiliki sensitivitas 88,6% dalam mendeteksi irama jantung yang tidak teratur berdasarkan studi FDA baru-baru ini.

Sanket Dhruva, ahli jantung dan asisten profesor kedokteran di UCSF mengatakan, “Pada tingkat populasi, sensitivitas berarti bahwa beberapa ritme yang tidak teratur dapat terlewatkan.” Sanket saat ini memimpin studi tentang dampak Apple Watch pada pemanfaatan layanan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *